Blog Sains dan Teknologi

Mengintip Hujan Ikan hingga 18 Hujan Terekstrem di Dunia

Mengintip Hujan Ikan hingga 18 Hujan Terekstrem di Dunia 1
Ditulis oleh atap

Edutore.com –  Hujan adalah fenomena yang sering terjadi, terutama untuk kita yang hidup di daerah tropis ini. Hujan yang kita ketahui pada umumnya adalah hujan yang berbentuk air. Orang-orang terutama anak-anak biasanya sangat suka bermain hujan-hujanan. Namun, apa jadinya jika hujan yang terjadi justru bukan air? Pasti orang- orang akan dibuat keheranan dan heboh dengan fenomena ini. Tak hanya hujan es saja, ternyata ada pula hujan-hujan aneh lain yang pernah terjadi di dunia. Berikut beberapa diantaranya edufriends:

Mengintip Hujan Ikan hingga 18 Hujan Terekstrem di Dunia 2

HUJAN IKAN

Siapa sangka akan terjadi hujan ikan di gurun pasir, mengingat gurun umumnya terletak sangat jauh dari pantai. Namun, pada tahun 2004, warga dihebohkan dengan fenomena hujan ikan di tepi Gurun Tanami, Australia. Tidak hanya sekali, fenomena langka ini terjadi hingga tiga kali, yaitu pada tahun 1974, 2004, dan 2010. Puluhan ikan jatuh dari langit dilaporkan oleh penduduk setempat. Tidak ada yang tahu secara pasti bagaimana para ikan-ikan kecil ini bisa sampai ke pemukiman mereka. Fenomena ini disebut juga sebagai Tornadic Waterspouts, adalah tornado berbentuk air, yang biasanya membawa ikan-ikan hingga tanaman laut di dalamnya.

HUJAN LABA-LABA

Pada tanggal 6 April 2007, laba-laba dalam jumlah yang sangat banyak berjatuhan dari langit di propinsi Salta, Argentina. Saat itu Christian Oneto Gaona dan teman-temannya memutuskan untuk bepergian ke Propinsi Salta selama liburan. Mereka mulai mendaki Gunung San Bernardo dan dua jam kemudian, mereka menemukan tanah di sekitar mereka diselimuti oleh laba-laba dengan berbagai warna, dengan panjang sekitar 4 inci. Semakin naik ke puncak gunung semakin banyak laba-laba yang mereka temukan. Mereka mencari sumber laba-laba tersebut dan alangkah terkejutnya mereka melihat begitu banyak laba-laba yang berjatuhan dari langit. Tidak hanya laba-laba yang memenuhi jalanan, tapi juga jaring-jaringnya. Fenomena ini sering disebut dengan “spider rain”. Ada beberapa orang yang menyebutnya “angel hair” karena jaring yang mereka tinggalkan berwarna putih. Dilansir dari Live Science, peristiwa yang sudah beberapa kali terjadi ini adalah salah satu cara laba-laba berpindah tempat. Ini tidak umum dilakukan. Laba-laba tersebut naik ke tempat yang tinggi, mengarahkan bokongnya ke udara dan mengeluarkan jaringnya. Cara tersebut yang mereka gunakan untuk bisa “terbang”.

HUJAN CACING

Fenomena hujan cacing pernah terjadi di Norwegia. Para ahli meteorologi dan biologi sempat dibuat kebingungan dengan fenomena ajaib yang satu ini. Awalnya warga mengira kalau cacing-cacing ini datang dari dalam tanah yang tertimbun tumpukan salju. Namun, hal tersebut dirasa tidak mungkin karena saat itu ketebalan salju mencapai setengah meter. Teori lain menyebutkan kalau cacing-cacing tersebut terbawa oleh badai tornado dan terjatu di suatu tempat.

HUJAN KATAK

Hujan katak juga termasuk fenomena hujan aneh yang belum bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Fenomena jatuhnya ribuan katak dari langit ini pernah terjadi beberapa kali dalam sejarah. Yang pertama terjadi pada tahun 1873 di Kansas, Missouri, Amerika Serikat. Selanjutnya hujan katak terjadi di tahun 1901 (Minneapolis, Amerika Serikat), 1981 (Naphlion, Yunani), 1995 (Sheffield, Inggris), dan 2009 (Ishikawa, Jepang). Sejumlah teori dikemukakan oleh para ahli. Yang paling memungkinkan adalah katak terbawa oleh badai dan jatuh dari langit atau sama dengan hujan ikan, yang masuk di Tornadic Waterspouts membawa katak-katak tersebut dari sungai dan menyeretnya ke kota di dalam lingkaran angin puyuh.

HUJAN ULAR

Entah bagaimana hal ini bisa terjadi di Memphis, Amerika Serikat pada 15 Januari 1877. Ribuan ular dilaporkan berjatuhan dari langit dan membuat orang-orang yang berada di lokasi terjatuhnya ular-ular tersebut kaget dan histeris ketakutan. Hingga saat ini pun hal tersebut masih menjadi teka-teki. Hujan ular ini belum diketahui penyebabnya, namun ada dugaan bahwa ular tersebut dibawa oleh badai.

HUJAN DAGING

The Kentucky meat shower adalah fenomena hujan daging yang terjadi di Kentucky pada 3 Maret, 1876. Gumpalan-gumpalan seukuran 5-10 cm yang menyerupai daging jatuh dari langit dan bergelimpangan di tanah. Terjadi di rumah warga Olympia Springs, Amerika Serikat. Allen Crouch, ayah dari 3 anak yang menempati rumah tersebut mendapati gumpalan-gumpalan daging yang jatuh dari langit di sekitar rumahnya. Menurut laporan surat kabar setempat, beberapa orang sempat mencoba memasak daging-daging tersebut, namun rasanya pahit sehingga akhirnya dibuang. Misteri keanehan alam ini tidak terjawab selama beberapa bulan sampai akhirnya seorang ilmuwan bernama Dr. L.D. Kastenbine datang ke Olympia Springs menjelaskan Hujan daging itu dikabarkan datang dari muntahan burung bangkai, sebuah kebiasaan yang dilakukan unggas pemakan daging tersebut jika perutnya terasa berat saat terbang. Menurut Scientific American, daging yang jatuh dari langit tersebut sebenarnya adalah nostoc, sejenis bakteri yang tubuhnya mengembang hingga berkali-kali lipat jika bersentuhan dengan air. Namun penjelasan tersebut belum bisa dibuktikan keabsahannya. Selain di Kentucky, meat shower juga terjadi di beberapa daerah lain di Amerika Serikat, antara lain Tennessee, Simpon County, Los Nietos Township, dan Olympian Springs. Daerah Messignadi di Calabria, Italia juga pernah dilanda hujan serupa.

HUJAN STAR JELLY UBUR-UBUR

Hujan Star Jelly (Ubur-ubur) di Skotlandia Pada tahun 2009, hujan jelly terjadi di Skotlandia. Para ilmuwan yang tergabung dalam National Geographic melakukan tes pada benda tersebut, tetapi mereka tidak menemukan adanya DNA di dalamnya. Teori pun bermuncul tentang asal usul star jelly ini termasuk yang mengatakan bahwa itu merupakan ovarium katak yang dimuntahkan oleh elang karena tidak dapat dicerna, tetapi dengan jumlah yang sangat banyak.

HUJAN DARAH

Hujan ‘darah’ atau hujan merah adalah fenomena alam yang terjadi di daerah Kerala, India dan Sri Lanka. Hujan merah terjadi pada 25 Juli-23 September 2001, bulan Juni 2012, dan 15 November-27 Desember 2012 di Sri Lanka. Orang-orang di daerah tersebut awalnya menyangka jika warna merah dari air hujan tersebut hanya kebetulan saja, atau memang fenomena langka saja. Namun, setelah diteliti, ternyata air yang jatuh dari langit tersebut memang mengandung sel darah merah. Momen hujan ini juga berhasil diabadikan oleh beberapa orang dan videonya sudah tersebar luas di YouTube. Wah, hujan air saja sudah membuat kita heboh karena khawatir akan terjadi banjir. Air yang turun dari langit tersebut merupakan campuran dari Trentepohlia annulata, atau semacam alga berwarna merah yang tumbuh di sisi sungai dan laut India. Sayangnya, penjelasan ilmiah ini datang berbulan-bulan setelah hujan darah selesai sehingga masyarakat India terlanjur percaya bahwa air hujan berwarna merah karena tercampur dengan darah. Beberapa rakyat India bahkan melihat peristiwa langka ini sebagai salah satu tanda kiamat.

HUJAN BENANG

Hujan Benang di Australia Pada Mei 2015, perumahan di daerah Southern Tablelands di New South Wales, Australia dihujani benang-benang halus dari langit berawan yang sontak menutupi sebagian atap warga. Seperti diberitakan The Sidney Morning Herald, benang-benang halus tersebut juga menutupi tetumbuhan dan pohon. Bahkan, selama beberapa hari, warga di daerah itu harus memakai penutup kepala dan pelindung mata untuk melindungi diri dari benang yang acap kali menyangkut di beberapa anggota tubuh. Usut punya usut, benang tersebut bukanlah benang yang biasa ditemukan dalam industri tekstil, melainkan ulah jutaan laba-laba muda yang berimigrasi ke daerah tersebut secara serentak. Laba-laba muda memang memiliki kebiasaan untuk berimigrasi ke daerah tertentu dalam musim semi atau setelah bencana seperti hujan besar dan banjir bandang. Laba-laba muda akan memanjat ke pohon-pohon tinggi, menembakkan jaringnya ke langit yang kemudian akan menerbangkan mereka menuju daerah dengan bantuan angin yang bertiup. Yang membedakan adalah, tindakan balloning ini dilakukan secara serentak oleh jutaan ekor laba-laba muda. Meski mengganggu kegiatan warga, kejadian yang disebut dengan nama “Angel’s Hair” oleh warga sekitar ini dan akan menghilang dengan sendirinya pada musim panas selanjutnya.

HUJAN BOLA GOLF

Bisa membayangnya jika di daerah atau kotamu terjadi yang namanya hujan bola golf? Ternyata fenomena hujan golf juga pernah benar-benar terjadi di Florida pada September 1969. Fenomena hujan aneh ini memang bisa saja terjadi, menurut ahli meteorologi di wilayah terjadinya hujan gofl tersebut memang terkenal dengan banyaknya lapangan golf. Suatu saat pernah terjadi badai tornado yang menyebabkan bola-bola goflf tersebut ikut dalam lingkaran badai. Saat badainya berhenti, bola-bola goft tersebut akhirnya berjatuhan seperti hujan.

HUJAN KRIM KOPI

Siapa sangka bahan minuman seperti krim kopi bisa berjatuhan dari langit? Fenomena unik ini terjadi di South Carolina, Amerika Serikat. Di tahun 1969, warga South Caroline kebingungan dengan bubuk putih yang tiba-tiba bertaburan dari langit. Setelah dicoba, bubuk putih tersebut ternyata adalah krim kopi! Ada yang Sudah Terjadi Sehari setelah hujan krip kopi, kota South Carolina tertutup oleh debu putih. Warga bahkan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena jalanan yang tertutup kabut. Setelah diteliti, sumber dari hujan tersebut adalah meledaknya tabung produksi di sebuah pabrik krim kopi lokal.

Mengintip Hujan Ikan hingga 18 Hujan Terekstrem di Dunia 3

HUJAN SAPI

Pada tahun 1997 sebuah kapal nelayan Jepang diselamatkan di Laut Jepang. Mereka mengklaim bahwa seekor sapi jatuh dari langit dan menimpa perahu mereka sehingga menyebabkannya tenggelam. Para anggota kru itu langsung dipenjarakan karena dikira mengada-ada. Sekitar 2 pekan kemudian, Angkatan Udara Rusia menginformasikan Pemerintah Jepang bahwa kru dari salah satu kapal kargonya telah mencuri seekor sapi dan menempatkannya bukan di tempat khususnya di pesawat. Karena itu si Sapi mengamuk saat kapal sedang terbang sehingga membuat pesawat oleng tak terkendali. Untuk menyelamatkan pesawat dan diri mereka, pada ketinggi sekitar 30.000 kaki, kru tersebut terpaksa mendorong jatuh sapi tersebut saat melintasi laut Jepang.

AWAN TSUNAMI

Awan Tsunami di Inggris Ratusan pengunjung Danau Huron di Inggris, pada Agustus 2018 bergabung untuk menonton fenomena alam langka, tsunami awan, yang tengah terjadi di barisan awan di langit danau tersebut. Tsunami awan, atau yang sering disebut sebagai fog bank adalah sebuah kumpulan awan yang terlihat seperti sedang menggulung di atas langit. Menurut National Weather Service, seperti dikutip Mother Nature Network, fog bank bisa terjadi diakibatkan udara panas terkondensasi di atas hamparan air yang dingin. Bagian atas awan yang bersuhu lebih panas akan turun ke bagian bawah. Hal tersebut akan mengakibatkan awan terlihat seperti tergulung, yang banyak digambarkan oleh wisatawan sebagai awan tsunami. Meski sedikit menakutkan, fenomena ini sama sekali tidak membahayakan dan justru adalah sebuah fenomena yang menarik mata.

TORNADO API DI JEPANG

Tornado api, atau yang lebih sering umum disebut Firenado, merupakan sebuah fenomena alam yang langka dan juga berbahaya. Tornado api umum terjadi di musim kemarau di lahan gambut yang tengah mengalami kebakaran besar. Api yang membakar lahan gambut ditambah dengan tekanan udara yang rendah cenderung berakhir dengan munculnya angin puting beliung api yang memiliki panas hingga 1.000 derajat celsius, meningkatkan daya rusak angin puting beliung dan tentu mempersulit upaya penanganannya. Meski acap kali tornado api hanya berada dalam jangkauan satu daerah kecil saja, namun pada 1923, tornado api pernah menjadi mimpi buruk bagi penduduk Yokohama di Jepang. Menurut Smithsonian Magazine, gempa yang oleh sejarah disebut sebagai “Gempa Besar Kanto” terjadi pada 1 September 1923, memporak-porandakan Jepang dalam tiga kali gempa yang kesemuanya berkekuatan lebih dari 7 SR. Gempa yang diikuti oleh gelombang tsunami di daerah Atami tersebut, juga menghancurkan rumah-rumah kayu warga di daerah Yokohama. Gempa tersebut juga mengakibatkan kebakaran besar di Yokohama, membakar sisa-sisa rumah warga yang terbuat dari kayu yang mudah terbakar. Kebakaran tersebut rupanya juga mengakibatkan tekanan udara di daerah Yokohama menjadi rendah. Cukup rendah hingga akhirnya sebuah pusaran angin puting beliung terbentuk yang kemudian membesar menjadi tornado api dengan tinggi mencapai 300 kaki. Tornado api tersebut melalap habis daerah Yokohama, hingga menewaskan korban mencapai lebih dari 44 ribu korban jiwa.

HUJAN KOTORAN

Hujan yang sangat tidak diinginkan ini terjadi pada 9 Mei tahun lalu di Kanada. Seorang saksi bernama Susan Allan sedang menyetir mobil dengan anaknya lalu tiba-tiba tercium bau tidak enak yang ternyata adalah kotoran. Kejadian tersebut terlihat seperti tetes-tetes lumpur yang berjatuhan dari langit. Ilmuwan kesulitan untuk mengidentifikasi dari mana asal kotoran tersebut. Ada beberapa ilmuwan yang mengatakan bahwa itu adalah kotoran burung, tetapi masih belum ada bukti yang jelas mengenainya.

HUJAN TERLEBAT DI DUNIA DI UNIONVILLE

Rekor ini dimiliki oleh Unionville, Maryland, AS pada 4 Juli 1956, 31,2 milimeter hujan jatuh per menitnya. Sebagai perbandingan di daerah sub tropis, Hong Kong saja, memiliki hujan terderasnya hingga 70 milimeter air hujan dalam satu jam, bukan per menit.

TEMPERATUR ANJLOK HINGGA -89.2 CELCIUS DI ANTARTIKA

Suhu terendah di dunia pernah terjadi hingga -89,2 Celcius. Suhu ekstrim ini terjadi pada 21 Juli 1983 di Vostok Antartika, ya, Celcius, bukan Fahrenheit. Tidak adanya radiasi Matahari, langit yang bersih, udara stabil sepanjang waktu, dan elevasi yang tinggi (3.420 meter) yang menjadi penyebab utama cuaca dingin yang begitu ektrim di daerah tersebut.

HUJAN TERDERAS YANG TURUN 24 JAM

Hujan terderas yang turun dalam waktu 24 jam terjadi di Cyclone Denise di Foc-foc, sebuah pulau di Samudera Hindia. Hujan lebat itu turun sebanyak 1.825 meter selama 24 jam mulai 7-8 Januari 1966.

HUJAN ES TERBURUK DI BANGLADESH, 92 ORANG TEWAS

Hujan Es Terburuk di Bangladesh. Hujan es paling deras yang pernah terjadi di dunia dialami kota Gopalganj, Bangladesh pada 14 April 1986. Setiap es yang turun beratnya mencapai 1,02 kg. Fenomena alam mengerikan ini menewaskan 92 orang.

Mengintip Hujan Ikan hingga 18 Hujan Terekstrem di Dunia 4

 

EDUTORE

Gramedia mengembangkan platform edukasi bernama Edutore. Pada platform ini kamu bisa mengakses banyak buku latihan soal seperti yang ada di gramedia dengan cara berlangganan. Edutore memiliki sloggan “Semua Bisa Pintar” dan itu pula yang menjadi cita-cita Edutore. Sehingga Edutore bisa berperan serta dalam mencerdaskan anak-anak Indonesia. Di Channel Youtube Edutore dibahas bermacam-macam mulai dari pengetahuan umum yang unik seperti “Kenapa lampu rem berwarna merah”, belajar bahasa inggris bersama captain J, sampai dengan belajar bareng edutore yang berisi pembahasan soal seperti soal CPNS sinonim, antonim, dan lainnya. Cek langsung akun youtubenya, klik disini.

Sumber: dari berbagai sumber