Sosial Budaya

Sejarah Pembentukan Bumi Zaman Praaksara

Sejarah Pembentukan Bumi Zaman Praaksara 1
Ditulis oleh Feby

Periode praaksara merupakan periode sejarah dimana peradaban manusia saat itu tidak mengenal bahasa tertulis. Kehidupan pada zaman praaksara memiliki periode yang cukup panjang yang dibagi menjadi beberapa periode berdasarkan jenis peninggalannya. Menurut geologi atau  ilmu yang meninjau tentang bebatuan, periode praaksara dibagi menjadi 4. Apa sajakah itu? Simak sampai selesai ya, Edufriends!

Arkeozoikum

Sejarah Pembentukan Bumi Zaman Praaksara 2

gambar: https://sumbersejarah1.blogspot.com/

Arkeozoikum/Arkaekum/Arkean merupakan masa awal pembentukan bumi, sekitar 2.500 juta tahun yang lalu. Permukaan bumi masih jauh dari stabil sehingga tidak ada kehidupan pada masa ini. Udara di bumi sangat panas sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan yang kompleks. Organisme pertama yang ditemukan yaitu berasal dari spesies Cyanobacteria/Sianobakteri. Bakteri jenis ini menggunakan metana, amonia, dan sulfat untuk berfotosintesis menghasilkan oksigen. Penumpukan oksigen oleh bakteri ini memakan waktu yang sangat lama sebelum nantinya diperlukan untuk keberlangsungan hidup organisme selanjutnya.

Paleozoikum

Sejarah Pembentukan Bumi Zaman Praaksara 3

sumber gambar: Ensiklopedia Encarta

Paleozoikum artinya zaman bumi purba, berlangsung sekitar 541 – 252 juta tahun yang lalu. Paleozoikum berasal dari Bahasa Yunani yang berarti palaio (tua) dan zolon (hewan) atau kehidupan purba. Masa awal ketika permukaan bumi sudah memiliki hidrosfer (lapisan air) dan atmosfer (lapisan udara).

Pada masa ini mulai ada tanda-tanda kehidupan. Zaman ini ditandai dengan kemunculan kehidupan yang berasal dari air. Ditandai dengan munculnya organisme bersel tunggal yang kemudian berkembang menjadi organisme multiseluler. Organisme invertebrata mulai muncul pada zaman ini. Contohnya adalah ubur-ubur, koral, cacing, dan beberapa hewan laut lainnya. Beberapa tumbuhan paku juga sudah mulai bermunculan di zaman ini.

Pada akhir masa Paleozoikum terjadi kepunahan massal yakni peristiwa Kepunahan Perm-Trias. Peristiwa ini begitu dahsyat hingga membutuhkan 30 juta tahun hingga masa Mesozoikum untuk memulihkan kehidupan di bumi. Zaman Paleozoikum dibagi menjadi 6 periode, diantaranya:

1. Periode Kambrium (120 juta tahun)

Periode kira-kira mulai 600 juta tahun yang lalu.  Pada periode ini para ilmuwan menemukan fosil-fosil yang melimpah dimana hal ini tidak pernah dijumpai pada periode lebih tua (Prakambrium). Hal ini disebut dengan Ledakan Kambrium, dimana jumlah makhluk hidup yang berevolusi terbanyak dalam sejarah bumi dalam satu periode. Pada masa ini ganggang mulai berkembang dan sebagian besar wilayah air menjadi daerah kekuasaan hewan arthropoda lapis baja, seperti trilobita. Diketahui pada zaman ini iklim bumi cenderung hangat.

2. Periode Ordovisium (45 juta tahun)

Periode ini dimulai 480 juta tahun yang lalu. Pada periode ini fosil ikan tanpa rahang ditemukan. Fosil ini merupakan hewan vertebrata (bertulang belakang) tertua. Fosil yang ditemukan berupa rugosa atau trakoral, landak laut (echinoidea), bintang laut (asteroid), dan lili laut (crinoid). Pada akhir masa ini, bumi mengalami masa Glasiasi (pembekuan). Iklim yang mendingin ini mengarahkan bumi kepada kepunahan Ordovisium-Silur dimana 60% invertebrata laut dan 25% famili punah.

3. Periode Silur (30 juta tahun)

 Periode ini dimulai 435 juta tahun lalu. Pada periode ini terlihat mulai adanya peralihan kehidupan dari air ke darat. Tumbuhan mulai tumbuh di daratan. Terutama tumbuhan paku (Pteridofita). Tumbuhan yang paling menonjol pada masa ini adalah tumbuhan vaskular (Cooksonia). Binatang eurypterid (kalajengking air) yang bisa menghirup udara secara langsung juga ditemukan pada masa ini.

4. Periode Devon (60 juta tahun)

Periode ini dikenal juga dengan nama “Zaman Ikan”, dimulai 405 juta tahun yang lalu. Perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat terjadi pada masa ini, contohnya ikan lapis baja Dunkleosteus dan ikan lobus-bersirip yang berkembang menjadi tetrapoda pertama. Hewan-hewan amfibi pada periode ini mulai berkembang. Di darat, terjadi Ledakan Devonian, dimana pohon berevolusi dan juga biji-bijian. Pada menjelang akhir masa ini, 70% spesies punah, dikenal sebagai peristiwa Kepunahan Devon Akhir.

5. Periode Karbon (70 juta tahun)

Periode ini dimulai 345 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai oleh menyatunya benua-benua membentuk masa daratan yang disebut pangea. Ganggang tumbuh melimpah dan tumbuhan lumut muncul untuk pertama kalinya pada masa ini. Hewan reptil mulai berevolusi dan bumi dipenuhi hutan-hutan berawa. Pohon-pohon itu menciptakan banyak karbon untuk bahan pembuatan batubara yang digunakan saat ini.

6. Periode Perm (50 juta tahun)

Periode ini dimulai 275 juta tahun yang lalu. Daratan raksasa Pangaea dengan satu samudra besar yang disebut Panthalassa sudah terbentuk. Pada masa ini terjadi perubahan iklim yang sangat keras di permukaan bumi. Daratan Pangaea sangat kering dengan hampir tidak adanya danau dan sungai. Makhluk seperti Dimetrodon dan Edaphosaurus menguasai benua ini. Akhir periode ini ditandai dengan kepunahan ketiga yang terjadi dalam sejarah bumi, disebut dengan Kepunahan Perm-Trias. 95% makhluk hidup punah pada masa ini karena kekeringan hebat, kekurangan oksigen, hujan asam dan aktivitas vulkanik yang sangat aktif.

Mesozoikum

Sejarah Pembentukan Bumi Zaman Praaksara 4

sumber: cerdika.com

Masa ketika permukaan bumi sudah mulai stabil. Munculnya dinosaurus pada masa ini menyebabkan masa ini disebut dengan “Zaman Reptil” atau “Zaman Dinosaurus”. Mesozoikum berarti “kehidupan tengah”, diambil dari bahasa Yunani meso yang berarti “antara” dan Zoon yang berarti “hewan” atau makhluk hidup”. Era ini terbagi dalam 3 periode yang masing-masingnya memiliki masa awal, tengah, dan akhir.

1. Periode Trias (45 juta tahun)

Periode ini mulai pada 225 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai oleh munculnya dinosaurus dan reptilian raksasa untuk pertama kalinya. Periode ini pun menjadi masa transisi dari peristiwa Kepunahan Perm-Trias yang gersang menuju periode Jura yang subur. Trias Awal masih didominasi dengan gurun. Superbenua Pangaea belum terpecah menjadikan iklim pada masa ini masih cenderung panas. Beberapa makhluk seperti Lystrosaurus, Labyrinthodont, dan Euparkeria berhasil bertahan hidup.

Trias Tengah merupakan masa awal pecahnya Pangaea dan awal mula terbentuk Laut Tethys. Ekosistem telah pulih dari kehancurannya. Fitoplankton, karang dan terutama reptil tumbuh semakin besar. Sementara di daratan, hutan pinus mulai berkembang, bersama dengan serangga nyamuk dan lalat. Buaya kuno mulai berevolusi pada masa ini.

Pada masa Trias Akhir, perubahan lempeng tektonik mulai terjadi menyebabkan aktivitas gunung berapi semakin meningkat. Hal ini menjadikan kadar karbon dioksida di bumi semaikin tinggi yang menyebabkan 80% makhluk hidup punah. Kepunahan ini dikenal dengan peristiwa Kepunahan Trias-Jura.

2. Periode Jura (50 juta tahun)

Periode ini berlangsung kira-kira 200 – 145 juta tahun yang lalu. Pada periode ini bumi cenderung memiliki iklim lembab. Periode Jura Awal berlangsung kira-kira 200 – 175 juta tahun yang lalu. Iklim sudah berubah menjadi iklim tropis. Di daratan, dinosaurus jenis reptil menjadi spesies dominan. Sedangkan di lautan, ichthyosaurus, plesiosaurus, dan ammonoidea menjadi spesies dominan. Mamalia sudah mulai muncul pada masa ini walaupun tubuhnya masih berukuran kecil.

Jura Tengah adalah masa puncak kehidupan reptil. Reptil berukuran besar banyak ditemukan pada masa ini. Reptil Diplodocus dan Brachiosaurus berkembang. Di daratan tumbuhan konifer tumbuh subur hingga membentuk hutan-hutan konifer. Pada masa Jura Akhir, Pangaea terpecah menjadi benua Laurasia (ke Utara) dan Gondwana (ke Selatan). Masa ini menampilkan kepunahan besar-besaran jenis sauropoda dan Ichthyosaurus. Peristiwa kepunahan ini disebut Kepunahan Jura-Kreta.

3. Periode Kreta atau Zaman Kapur (65 juta tahun)

Periode Kreta/Cretaceous merupakan periode terpanjang di zaman Mesozoikum. Periode ini terbagi menjadi 2, yaitu Kreta Awal dan Kreta Akhir. Kreta Awal, berlangsung kira-kira 145 – 100 juta tahun yang lalu. Pada periode ini dinosaurus berkembang pesat dan menyebar ke seluruh dunia.

Kreta Akhir, berlangsung kira-kira 100 – 65 juta tahun yang lalu. Iklim pada masa ini cenderung dingin dan ekstrim dengan hanya menyisakan bagian khatulistiwa yang memiliki iklim tropis. Walaupun begitu masih ada spesies baru yang muncul pada periode ini seperti, Tyrannosaurus, Ankylosaurus, Triceratops dan Hadrosauria yang mendominasi rantai makanan. Di lautan, mosasaurus menguasai lautan. Pada akhir masa ini terjadi kepunahan tercepat. Kepunahan ini hanya terjadi dalam rentang waktu 2,5 hingga kurang dari 1 juta tahun. Peristiwa kepunahan ini dikenal dengan Kepunahan Kreta-Tertier, menjadi peristiwa kepunahan terpopuler karena berbarengan dengan punahnya dinosaurus. Namun, muncul kehidupan lain di bumi yaitu dari spesies mamalia dan burung.

Neozoikum

Sejarah Pembentukan Bumi Zaman Praaksara 5

sumber: goingtotehran.com

Zaman setelah kepunahan dinosaurus ketika permukaan bumi didominasi mamalia dan burung. Berawal dari 60 juta tahun yang lalu sampai sekarang. Zaman ini dibagi 2, yaitu: zaman tersier (zaman ketiga) dan zaman kuarter (zaman keempat).

1. Periode Tersier

Pada zaman Tersier, reptil raksasa mulai berkurang, berganti dengan jenis-jenis binatang mamalia. Zaman ini terbagi menjadi: Paleosen, Eosen, Oligosen, Miosen, dan Pliosen. Pada zaman Paleosen hewan primata mulai bermunculan. Primata ini bertubuh lebih besar dari gorila dan disebut dengan Gigantrofi.

a. Kala Paleosen (10 juta tahun)

Kala ini dimulai 65 juta tahun yang lalu. Menjadi masa transisi dari kepunahan di zaman sebelumnya menuju zaman baru. Daratan mulai membentuk seperti daratan yang sekarang. Di lautan hiu mulai menguasai setelah reptil raksasa punah. Zaman baru ditandai dengan melimpahnya tumbuhan berbunga serta lazimnya binatang tak bertulang belakang, ikan, amfibi, dan mamalia kecil.

b. Kala Eosen (15 juta tahun)

Kala ini dimulai 55 juta tahun yang lalu. Ditandai dengan mulai berkembangnya buah, biji-bijian, dan rerumputan. Rantai makanan tertinggi dikuasai oleh burung Paracrax.

c. Kala Oligosen (14 juta tahun)

Kala ini mulai 40 juta tahun yang lalu. Ditandai dengan munculnya kera primitif dan berkembangnya berbagai binatang pengerat. Melimpahnya jenis rerumputan mendorong beberapa spesies hewan berevolusi. Tubuh mamalia mulai membesar.

d. Kala Moisen (12 juta tahun)

Kala ini mulai pada 26 juta tahun yang lalu. Ditandai dengan kemunculan kera di daratan Asia dan Eropa. 95% tanaman berbiji berevolusi pada masa ini.

e. Kala Pliosen (12,5 juta tahun)

Kala ini dimulai pada 14 juta tahun yang lalu. Ditandai dengan kehidupan laut yang mirip dengan yang ada sekarang dan kemunculan manusia purba pada akhir Kala Pliosen ini.

2. Periode Kuarter

Sementara itu, pada zaman Kuarter, mulai muncul tanda-tanda adanya kehidupan manusia purba. Zaman Kuarter berlangsung sekitar 2 juta tahun yang lalu. Zaman kuarter terbagi 2 masa, yakni masa Pleistosen yang merupakan awal kehidupan manusia dan seringkali disebut dengan zaman es. Masa selanjutnya yaitu masa Holosen yang merupakan awal kemunculan Homo sapiens yang diyakini sebagai awal dari manusia modern.

a. Kala Pleistosen

Disebut juga dengan zaman Dilluvium atau zaman es. Dimulai pada 1,75 juta tahun yang lalu. Pada masa ini muncul manusia purba, Mammoth, badak berbulu, harimau taring pedang, dan hewan lainnya. Namun dengan iklim yang lama kelamaan mendingin kehidupan pun kembali musnah. Terjadi perubahan iklim yang drastis pada daerah kutub, sehingga laut-laut dangkal menjadi kering.

b. Kala Holosen

Disebut juga dengan zaman Alluvium atau zaman banjir. Daratan kering mulai menjadi lautan kembali karena es mencair. Zaman ini menjadi awal munculnya nenek moyang manusia modern jenis Homo Sapiens.

Menarik sekali ya Edufriends mengetahui gambaran singkat tentang zaman praaksara. Jika sebelumnya disebut zaman prasejarah, kini diubah menjadi zaman praaksara karena pada zaman tersebut meski manusia belum mengenal tulisan, mereka sudah meninggalkan sejarah dalam bentuk lisan berupa dongeng atau cerita rakyat. Nah, kalau Edufriends mau lihat penjelasannya dalam bentuk video, yuk nonton disini!